Dan Tersenyumlah, Buatlah Duniamu Bahagia ^_^

Written By Keyboard Item Team on Sabtu, 01 Oktober 2011 | 00.51

Teman, pernahkah kita mendapat ujian? Tentu bukan pernah lagi, mungkin dapat dikatakan hampir sering, betul?

Sejatinya diri ini hanyalah milik Alloh. Sungguh bahwa kita lah yang memerlukan ujian, ujian adalah bagian dari hidup kita agar kita menemukan bahwa hidup hanyalah sementara saja. Dalam hidup ini, ujian merupakan bagian dari kehidupan yang tidak terpisahkan. Karena ujian tidak mungkin terelakkan, kita dituntut untuk mempersiapkan diri dalam menghadapinya. Tidak sedikit yang berhasil keluar dari ujian yang terjadi. Tetapi juga tidak jarang yang jatuh terjerembab dalam ujian yang lebih rumit. Ini dampak dari dahsyatnya hantaman ujian yang membentur kita. Sementara kekuatan kita untuk bertahan tidak sekuat dahsyatnya ujian itu. Akhirnya, jangankan untuk keluar dari ujian, bertahan pun sulit.

Manusia adalah makhluk yang lemah. Karena perjalanan dunia ini tidaklah datar, maka kita perlu sebuah pegangan yang kuat. Kekuatan yang dimiliki hanya sebatas usaha yang sama sekali tidak menentukan. Banyak perkiraan dan rencana matang yang meleset. Karena memang di balik ini semua ada kekuatan Dzat Maha kuat yang menentukan.

Kita akan selalu butuh Alloh di saat keadaan sedang stabil dan normal. Ketika keadaan sedang sulit dan tidak bersahabat kita akan jauh lebih membutuhkan Alloh. Dalam keadaan seperti inilah, tidak ada jalan lain kecuali kita “rnelangit“ rnencari solusi di sana. Pintu solusi dari langit akan selalu dibuka selama kita membuka pintu hati kita untuk menerima keputusan Alloh SWT.

Ternyata, semakin banyak permasalahan yang kita keluhkan, semakin banyak permintaan yang kita ajukan, semakin Alloh menyukai kita lho. Penyerahan diri kepada Alloh ini akan melahirkan kekuatan untuk menghadapi segala permasalahan. “Barangsiapa yang ingin menjadi rnanusia yang paling kuat, maka bertawakkal-lah," begitu sabda Rasulullah SAW.

Tawakkal disini sekaligus akan mendatangkan ketenangan pula. Ketenangan karena kita sadari bahwa ujian yang mendera dalam kehidupan kita, adalah bagian dari “skenario” Ilahi. Ketenangan karena Alloh tempat kita bersandar, di tangan-Nyalah terdapat segala solusi.

Manusia merupakan makhluk sosial, siapa pun dia. Kita semua tentu masih butuh orang lain. Apalagi di saat-saat sulit. Berbagi cerita duka yang sedang mendera merupakan bagian dari sebuah solusi. Tentu bukan kepada sembarang orang kita bercerita, hanya pada yang mampu menghibur, menasehati sampai membantu mencarikan solusi. Bisa jadi ia adalah istri, suami, ayah, ibu, adik, kakak, saudara seperjuangan atau teman akrab kita. Mereka yang dekat dengan kita akan mendengar nafas duka yang kita hembuskan. Ia bisa menitikkan air mata di saat kita menangis. Ia akan memberikan usapan punggung agar kita tabah menghadapinya. Ia akan memberikan dekapan kasih sayang, agar kita merasakan bahwa masih ada yang peduli.

Memang selain ada kenikmatan, ada pula ujian. Maka, Rasul mengajarkan dua hal untuk menyikapi keduanya. Syukur dan sabar. Keduanya baik untuk kehidupan seorang mukmin. Sabar dalam artian bukan berarti diam. Sabar bukan berarti kita tidak boleh menangis dan sedih. Sabar bukan berarti kita tidak boleh mencari bantuan untuk mendapat solusi. Rasulullah SAW saja pernah menangis ketika kehilangan putranya Ibrahim yang sedang lucu-lucunya. Para sahabat bahkan keheranan melihat air mata nabi tumpah. Nabi berkata, “Sesungguhnya hati ini bersedih, air mata pun mengalir dan kami sangat sedih dengan kepergianmu wahai Ibrahim. Tetapi kami tidak berkata kecuali sesuai dengan keridhoan Alloh."

Cobalah adukan segala ujian kita kepada Alloh. Di tengah malam, di saat manusia terlelap dalam mimpinya, kita bermunajat. Kita adukan permasalahan kita dalam sujud panjang kita. Tangan kita tengadahkan sambil berurai air mata penuh harap akan pertolongan-Nya. Doa-doa pun meluncur deras seiring desakan-desakan hati yang sudah lelah terbebani ujian.

Umar bin Khattab di saat bangun malam membaca, “Sesungguhnya aku adukan keluh kesah dan kesedihanku kepada Alloh.” (Qs. Yusuf: 86) sambil berurai air mata. Ia sadar betul bahwa dirinya adalah makhluk yang lemah.

Maka hendaknya kita perbanyak doa. Tidak rugi orang yang banyak berdoa. Karena tidak ada doa yang tidak dikabulkan, jika kita memenuhi seruan Alloh. Memang, kadang apa yang kita minta tidak kunjung tiba. Tetapi pengabulan doa bukan hanya itu bentuknya. Kadang kala Alloh mengabulkannya dengan cara menjauhkannya dari musibah. Atau Alloh menyimpannya untuk kekayaan simpanan kita di akhirat sana.

Pertolongan Alloh akan turun, bila iman kita kuat, tahan uji, tidak tergoyahkan oleh godaan apapun. Bila diperdengarkan nama Alloh, hati kita bergetar, dan bila dibacakan ayat-ayat-Nya iman kita pun bertambah. Akhlak kita benar-benar mencermikan keimanan tersebut, tidak mudah mengabaikan ajaran Alloh. Barang-barang haram kita hindari. Apapun ujian hidup yang harus kita hadapi, kita tetap sabar, dengan ketaatan kepada Alloh.

***

Semoga kita tidak tertipu oleh kemuliaan duniawi. Karena, kemuliaan itu sesungguhnya hanya datang dari Alloh swt. Kemuliaan, tidak datang dari makhluk. Kemuliaan, tidak pernah datang dari harta benda. Kemuliaan, tidak muncul dari banyaknya ilmu. Kemuliaan, juga tidak hadir dari profesi, jabatan dan kedudukan, bagaimanapun tingginya. Kemuliaan, penghormatan, penerimaan terhadap seseorang, hanya akan ada jika seseorang mendapat izzah (kemuliaan) dari Alloh swt. "Izzah (kemuliaan) itu seluruhnya milik Alloh." (Qs. Yunus: 65). Kemuliaan dunia sering membuat kita lalai. Kita, bisa menjadi sangat senang dan bangga dengan atribut kemuliaan dan kehormatan di sini. Kita, bisa melupakan apa saja demi mengejar kemuliaan dan kehormatan itu.

Kita berharap agar Alloh SWT memberikan kekuatan kepada kita untuk tetap tegar menghadapi berbagai ujian dan tantangan yang akan kita hadapi. Semoga Alloh selalu memancarkan kemuliaan-Nya dalam jiwa dan hati kita. Dari kemuliaan yang berasal dari Alloh SWT sajalah, yang akan membuat kita merasakan semua kondisi dengan kenikmatan. Dan itu sajalah modal kita untuk bisa mengarungi perjalanan ini.

Mari kita tundukkan hati. Menyadari lebih dalam lagi, apa yang menjadi cita-cita hidup kita dan kepada siapa kita sangat bergantung. Semoga kita bisa menjadi lebih mengerti, bahwa mencari kemuliaan dari selain Alloh, adalah sangat menipu. Kemuliaan yang datang bukan dari Alloh, bahkan menjadi jerat setan yang menyesatkan. "Barang siapa yang memuliakan Alloh, maka Alloh akan memuliakannya. Barang siapa yang menghinakan Alloh maka Alloh akan menghinakannya," begitu nasihat Hasan Al Bashri.

Tidak ada yang bisa menyempitkan dan membuat kita sedih di jalan ini.. Berjalanlah terus, hadapi keadaan apapun di atasnya. Hadapilah setiap ujian dengan bijak dan cara yang baik, karena sebenarnya kita sedang ditinggikan derajatnya. Jauhkan sifat putus asa dan keterpurukan. Bangkit dan semangatlah dalam menghadapi setiap ujian yang Alloh berikan. Ingatlah bahwa didalamnya terdapat rencana yang luar biasa dan kasih sayang yang sangat indah dari Alloh kepada kita.

Dan Tersenyumlah, Buatlah Duniamu Bahagia ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar